Campak Bukan Hanya Penyakit Anak: RS Dera As-Syifa Bahas Tuntas Risiko dan Penanganannya di TikTok Live
Marketing
12 Mei 2026
BANJARHARJO – Masih banyak anggapan di masyarakat bahwa campak hanyalah penyakit "musiman" yang menyerang anak-anak. Faktanya, virus ini dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia, bahkan dengan risiko komplikasi yang lebih berat pada orang dewasa.
Menanggapi fenomena tersebut, RS Dera As-Syifa menyelenggarakan edukasi kesehatan melalui TikTok Live pada Kamis, 2 April 2026. Dengan narasumber dr. Ulfayosi Sonia Putri, Kepala Bagian Pelayanan Medis RS Dera As-Syifa, sesi ini mengupas tuntas tema "Campak: Penyebab, Gejala, dan Penanganannya" dari sudut pandang medis yang komprehensif.
Kewaspadaan Universal Terhadap Virus Campak
Dalam paparannya, dr. Ulfa menekankan bahwa campak adalah salah satu penyakit paling menular di dunia. Virus ini menyebar dengan cepat melalui udara saat seseorang bersin atau batuk.
"Bagi orang dewasa yang belum pernah terkena campak atau belum mendapatkan vaksinasi lengkap, risiko penularan sangat tinggi. Gejalanya seringkali lebih berat dibandingkan pada anak-anak, sehingga penanganan medis yang tepat sejak dini sangatlah krusial," jelas dr. Ulfayosi.
Mengenali Gejala Fase demi Fase
Dalam sesi Live tersebut, dijelaskan bahwa campak memiliki tahapan gejala yang harus diwaspadai oleh semua kalangan:
Fase Awal (Prodromal): Mirip flu berat dengan demam tinggi, mata merah (konjungtivitis), sensitif terhadap cahaya, batuk, dan pilek.
Bercak Koplik: Munculnya bintik putih kecil di bagian dalam pipi yang sering kali terabaikan.
Fase Ruam: Bercak merah yang khas mulai muncul dari garis rambut atau belakang telinga, lalu menyebar ke seluruh tubuh hingga kaki.
Penanganan dan Pencegahan di RS Dera As-Syifa
Sebagai Kepala Bagian Pelayanan Medis, dr. Ulfa juga menjelaskan bagaimana RS Dera As-Syifa menangani kasus campak secara profesional:
Isolasi Medis: Pentingnya memisahkan pasien agar tidak terjadi penularan di lingkungan rumah maupun rumah sakit.
Terapi Suportif: Pemberian cairan infus jika terjadi dehidrasi, obat penurun panas, serta pemantauan ketat untuk mencegah komplikasi seperti infeksi paru (pneumonia) atau gangguan pencernaan.
Vaksinasi Dewasa: Mengingatkan kembali bahwa orang dewasa juga dapat melakukan vaksinasi mandiri sebagai bentuk perlindungan jangka panjang.
Diskusi Interaktif dengan Netizen
Antusiasme penonton terlihat dari banyaknya pertanyaan mengenai cara membedakan campak dengan alergi obat atau penyakit kulit lainnya. dr. Ulfa menjelaskan dengan detail bahwa diagnosis yang akurat hanya bisa ditegakkan melalui pemeriksaan fisik langsung oleh dokter atau melalui tes laboratorium jika diperlukan.
Sesi TikTok Live ini ditutup dengan pesan kuat bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Mengenali gejala sedini mungkin dapat menyelamatkan diri kita dan orang-orang di sekitar kita dari penularan yang lebih luas